Monday, 16 May 2011

9 Summers 10 Autumns

Posted by Erma Maghfiroh at 22:45
Siapa yang pengen tau bagaimana caranya anak sopir angkot di Malang bisa jadi Direktur di salah satu perusahan di New York?

Saya! Apalagi setelah menamatkan Sex and the City *ora nyambung*

Sesuai dugaan temen saya, si Ira, saya suka cerita yang berbau-bau kisah nyata gitu. Jadi saya gak gampang berkomentar, "ahhh itu mah cuma di cerita doang". Dibelilah buku ini dengan tujuan di atas.

Saya pengen tau masa kuliah seperti apa yang membawa sang penulis hingga ke New York. Saya pengen tau perusahaan apa yang bisa membawanya ke New York. Saya mau tau kerja keras, lembur, deadline apa yang dipenuhinya hingga dia bisa jadi direktur. Di New York.

Selesai baca buku ini, yang terpatri di kepala saya adalah:

homesick.

Iya, kangen rumah. Kangen keluarga. Kangen Indonesia. Kangen Malang.

Dengan bahasa mengharu biru, dan 'penampakan' anak kecil misterius yang terus diajak sang penulis bicara dan cerita, diceritakanlah flashback kehidupannya dengan bumbu mellow-mellow yang kental sekali. Bukan favorit saya.

Kuliah di rantau dan harus hidup berhemat-hemat demi bisa tetap makan, bayar kuliah, dan ngerjain tugas, banyak orang yang saya kenal harus melalui hal yang sama.

Kost di kota besar, berangkat kerja naik bis penuh-penuhan, kerja sampai malam dikejar deadline, banyak orang yang saya kenal harus melalui hal yang sama.

Pindah kerja karena mencari 'kesempatan yang lebih baik', juga dilakukan banyak orang yang saya kenal.

Tapi gak ada yang berhasil sampai ke New York. Apalagi jadi Direktur.

Selesai baca buku ini, yang berhasil singgah di otak saya cuma, sekolah - kuliah di IPB - kerja di Nielsen - Pindah ke Danareksa - 'dipanggil' phone interview sama Nielsen New York - keterima di Nielsen NY - kerja disana - jadi direktur.

Jadi, gimana caranya biar bisa jadi Direktur di Perusahaan di New York?

Gambar diambil dari Goodreads.

5 comments:

ekalong on 22 May 2011 06:22 said...

mba Erma,

Abis nonton Kick Andy, aku jd inget bukunya dah dibahas di sini. Aku share jg link-nya ke temen.


Tp, eh-eh, ada yg protes nih.
Kata temenku, kota Malang ama kota Batu itu beda. Agak2 'tersinggung' nih yg org Batu.. hihihi...

Erma on 25 June 2011 20:22 said...

ini protesnya ke gue apa ke penulisnya ya?

ekalong on 18 August 2011 12:55 said...

maksudnya...di buku kan nyebutnya kota Batu...
tp setelah bc bukunya, gw ngerti sih, yg bikin rancu tu tagline di bawah judulnya: Dari Kota Apel ke The Big Apple.
Kota Apel kan Malang yak?
Tp si penulis dari Batu, mba.

ekalong on 18 August 2011 13:39 said...

Hmm...keknya dia ga bikin buku utk share "gimana cara jd direktur" sih, mba. Gw nangkepnya ini lebih ke cara dia ngungkapin/ngatasin ketakutan stuck di keadaan ekonomi yg sama dengan ayah-ibunya.
Mengutip review-nya Mohammad Sobary yg ada di buku itu, ini tu adalah "novel rekonsiliasi masa lalu dan masa depan."
Eh, si anak kecil itu menurut mba siapa? dia waktu kecil atau adeknya yg ga disebutin dalam cerita tp mungkin gugur dalam kandungan or apaaa gitu. #terlalungarang

chairul alamsyah on 25 August 2011 14:45 said...

kenapa juga dia perlu rekonsiliasi coba? emang ada masalah apa dengan masa lalu nya, dan atau masa depannya

*ih kok gue yang sewot*

**ini erma loh**

 

Berbagi isi buku Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare