
Jujur ya, awalnya saya pikir Anne ini cerewet banget. Pokoknya mode mencela saya uda ON deh pas baca buku ini. Tapi karena akhirnya saya insyaf, jadilah postingan ini berisikan 'bagusnya' buku ini.
Buku ini bercerita tentang harapan. Anak yatim piatu yang 'salah kirim' pun bisa mengambil hati orang tua angkatnya. Iya. Anne adalah anak yatim piatu yang dikirimkan pada kakak adik Matthew dan Marilla. Mereka sebenarnya menginginkan anak laki-laki untuk membantu mengurusi lahan. Tapi karena 'kuasa illahi', malah Anne yang dikirim ke mereka. Anne pun mulai berkicau. Tentang rambutnya yang merah. Tentang 'keluarganya' terdahulu. Tentang kebun dan bunga di sekitar rumahnya. Kicauan Anne ini akhirnya mengambil hati Marilla. Matthew aja yang jarang ngomong dan jarang bergaul akhirnya mau bela-belain beliin baju baru untuk Anne. Dengan banyak gelembung. Seperti yang dimintanya.
Pertemanan karib Anne dengan Diana sempat diwarnai insiden 'anggur merah'. Insiden ini membuat orang tua Diana melarangnya bermain dengan Anne. Tapi lagi-lagi 'kuasa illahi' memberikan kesempatan bagi Anne untuk meraih hati orang tua Diana. Mereka bisa berteman kembali deh.
Bagian paling mengharukan adalah ketika Anne melepaskan cita-citanya berkuliah meski beasiswa sudah ditangannya. Ia memilih menemani Marilla di rumahnya. Ouch..so sweet. Saya aja jadi terharu.
Ayo ayo ayo.. yang mau baca bukunya.. Monggo...
Gambar diambil dari sini.


