Awalnya, saya membeli buku ini untuk dihadiahkan kepada bos pada ulang tahunnya. Namun pas dipikir-pikir, saya belum pernah melihat si bos memegang (apalagi membaca) buku yang tidak ada hubungannya dengan disaster. Jadilah akhirnya bukunya saya baca sendiri, hehehe.Jangan terkecoh dengan judulnya yang mirip judul sebuah film. Buku ini bukan tentang film itu (In Her Shoes). Buku ini berisi interview dengan berbagai wanita yang memiliki berbagai pekerjaan. Ya, karena ini western based, mungkin ada beberapa profesi yang masih asing disini, atau malah sudah ada, tapi enggak banget menurut kita. Meski juga ada beberapa yang sudah familiar disini.
Setiap bagiannya merupakan bagian terpisah. Kita gak perlu membaca berurut dari depan ke belakang (atau dari belakang ke depan, seperti yang saya lakukan karena lagi iseng). Yang paling menarik untuk saya adalah, orang-orang yang diwawancarai disini adalah orang-orang yang sangat menikmati pekerjaannya. Sebagian besar dari mereka sudah cukup berumur (40an) dan telah melewati masa-masa dimana mereka awalnya bekerja di beberapa pekerjaan yang mereka tidak nikmati. Most of them consider that as an opportunity untuk akhirnya mengetahui pekerjaan apa yang suits them most. Tidak ada yang menyesal pernah melakukan (atau memilih) pekerjaan yang ‘salah’.
Kalau anda kira, semua pekerjaan disini adalah pekerjaan yang bergaji besar, glamor, anda salah besar. Memang disini ada Business Executive, CEO, talent agent, actor/actess, TV Show cretaor, sampai movie studio executive. Judul kerjaannya aja uda keren banget yak. Tapi disini juga ada teacher, librarian, firefighter, yoga instructor, sampai nanny. Bayangin, ada orang yang memang suka dengan anak-anak dan lalu beneran niat jadi nanny, dan (yang paling mengesankan buat saya adalah) menikmati pekerjaannya. Ada lagi yang cerita bahwa dia bekerja selama 5 tahun sebelum akhirnya mendapati bahwa bukan itu pekerjaan yang paling cocok untuknya. Waktu indeed adalah jawaban dari hampir semua pertanyaan kan.
Cocok nih buat dibaca ama orang yang
a. Gak menikmati apa yang dikerjakannya sekarang ini
b. Krisis identitas, mau kerja apa
c. Krisis kepercayaan diri, ragu apakah kegiatan yang dinikmatinya bisa dijadikan ‘pekerjaan’
Gabungan dari beberapa pilihan diatas, hahaha
Gambar nyolong dari Amazon
Situs sang penulis disini

0 comments:
Post a Comment