Novel Ollie yang diduga menceritakan kisahnya pasca menikah. Ternyata salah. Karena Ollie menulis novel ini ketika ia belum menikah.Tentang Barra dan Ata. Pasangan pengantin baru. Menikah dengan cinta yang menggelora. Beda sifat, beda cara membelanjakan uang, beda jumlah gaji, tapi mengira semuanya bisa diselesaikan dengan cinta. Mengira. Karena ternyata baru diawal pernikahan mereka saja, masalah sudah mulai terlihat. Barra yang gak bisa nyetir, sehingga Ata yang harus menyetir pulang pergi kantor rumah. Mana rumah yang mereka beli adanya di ujung dunia. Ata yang sering (harus) kerja sampai larut malam. Barra yang demen beli gadget. Oh plus pasangan (yang tampak) ideal, Jeff dan Widi, kakak ipar dan kakak Ata yang dijadikan role model oleh orang tua Ata. Di keluarga Barra pun, ada sosok kakak yang dijadikan role model oleh orang tua Barra. Bikin kisruh aja.
Seperti novel-novel happy ending lainnya, pelajaran dari novel ini adalah:
a. yang tampak bagus dari luar, tidak selalu bagus didalamnya
b. selama masih ada cinta, sinisme mertua pun bisa dilibas. Yang penting kan cinta, hahaha.
Sedikit pertanyaan buat Ollie,
Barra diceritakan gak bisa (atau gak mau?) nyetir mobil karena trauma masa kecil. Di bagian depan, trauma Barra ini ditekankan sekali. Tapi ditengah, kok ajaibnya Barra bisa nyetir mobil di Solo, jalan-jalan keliling kota dengan Putri, sang calon selingkuhannya itu? Dan lalu di bagian akhir, Barra kembali trauma dengan menyetir, sehingga perlu ngambil les menyetir.
Ini ada logika yang saya gak ngerti, atau ada bagian cerita yang terpotong, atau disengaja?
Ditunggu klarifikasinya ya Lie...
Gambar diambil dari situsnya Ollie juga.

5 comments:
Hi Erma Thank you ya reviewnya, you've been so kind.
Oh ya tentang 'ketidaksinkronan' itu memang kesalahan yang terlewat sama penulis dan tim editor hehe (gila segini banyak yang baca masih kelewat juga)
Well, di cetakan kedua akan diperbaiki dan mudah-mudahan akan menambah kenyamanan pembaca
Sekali lagi thank you atas reviewnya!
Hihi, ternyata banyak juga ya yang protes selain gue..
anyway, hal lain yang bikin gue agak bingung adalah ketika di awal cerita disebutkan bahwa Barra nggak bisa nyetir karena dia trauma. Trauma parah banget lah.
Ternyata di akhir cerita trauma parah yang dimaksud adalah nabrak kucing?
come on..
is he even an animal lover?
trauma, plus takut, plus malas, mungkin lebih tepat ya Yas.. :D
doohh..gw lupa menulis tentang itu...hiks...
waktu baca gw berpikir mungkin karena lalu lintas solo lebih manusiawi ya?? atau karna cinta pada putri...kekeekekek*si barra minta dijitak!*
ah si Iyra ini terlalu dalam imajinasinya :P
Post a Comment