
Karena baca review yang mengatakan buku ini lucu lah saya akhirnya beli dan baca buku ini. Memang dasar penyakit orang yang belajar bahasa inggrisnya pas udah dewasa, jadilah untuk menangkap kelucuan buku ini, kalimat-kalimatnya harus dibaca lebih dari satu kali.
Si David Sedaris ini rupanya menceritakan hidupnya sendiri. Yang isinya konyol-konyol. Pembaca diajak untuk ngetawain dirinya sendiri. Ngetawain si David Sedaris ini. Yang dia dipanggilin terapis untuk memperbaiki ucapan 's' yang selama ini lebih terdengar seperti 'th'. Bukannya membaik, si David malah mencari kata pengganti untuk semua kata yang mengandung huruf S. Sampai akhirnya si terapis menyerah putus asa. Lalu cerita di kereta api, di Perancis, dimana ada orang yang jelas-jelas ngomong di depan muka mereka mencurigai bahwa si David ini adalah pencopet di kereta. Sama sekali tidak mengetahui bahwa sang tersangka ini sama-sama orang Amerika, yang off course bisa bahasa inggris. Emang orang Perancis gak ngomong bahasa Inggris karena mereka gak bisa? Bukan. Itu cuma karena mereka gak mau. Juga tentang tes IQ itu.
Ah...baca sendiri deh kalo mau ngetawain si David. Jadi gak lucu kalo diceritain disini.
Btw, aliran menertawakan diri sendiri gini setipe ama alirannya si Raditya Dika itu gak ya?
Gambar diambil dari sini

2 comments:
aku mo minjem yang ini y... tapi kapan ngambilnya y?
Ya sekalian ambil kerudung lo itu
Post a Comment