Monday, 22 December 2008

Twilight


Cerita vampir ganteng yang membuat pembacanya tergila-gila. Saya baca bukunya setelah menonton filmnya, jadi sudah ada gambaran di kepala bahwa tokoh Edward ini guantenggg pollll.

Sebenarnya, tokoh utama cerita ini adalah Bella Swan, si gadis muda yang pindah ke wilayah Forks demi memberi kebebasan pada sang ibu. Awalnya tidak suka dengan Forks, kemunculan pria ganteng nan misterius dan cool bernama Edward Cullen itulah yang membuat Bella lupa betapa dudul Forks dimatanya (dulu).

Terlanjur cinta (alahhh bahasanya), membuat Bella tutup mata aja dengan fakta bahwa si Edward ini adalah vampir. Well, vampir ganteng gitu loh. Terus sedang belajar jatuh cinta juga gitu loh. No wonder omongan dan perilakunya selalu membuat Bella termehek-mehek. Bacalah sendiri for sure, hehehe.

Gambar diambil dari friendster.

Wednesday, 17 December 2008

The Valkyries


Melanjutkan perkenalan dengan Paulo Coelho sebelumnya via Veronika Decides to Die, Devil and Miss Prym, dan The Alchemist, sampai juga saya pada The Valkyries. Sayang sekali, saya harus mengibarkan bendera putih ketika baru membaca setengahnya. Sudah gak sanggup lagi. Terlalu membosankan, menurut saya.

The Valkyries menceritakkan perjalanan Paulo dan Chris istrinya, ke Gurun. Dasarnya adalah 'misi' yang diberikan oleh suhu nya Paulo. While Paulo ingin memenuhi misinya, sang istri ingin memperbaiki hubungan mereka. Ternyata di sepanjang perjalanan, tidak hanya Paulo yang memperkaya spiritual nya, istrinya pun demikian.

Meski disepanjang buku dikatakan bahwa Paulo mempelajari 'magic', yang biasanya saya terjemahkan sebagai sihir, tapi tidak saya temui ilmu atau mantra sihir selama 1/2 jalan upaya menuntaskan buku ini. Karenanya saya lebih prefer menyebutnya perjalanan spiritual. Karena mereka membicarakan Tuhan, Malaikat, Takdir, dsb.

Enihow... saya tentunya penasaran mendengar cerita dari mereka yang sudah menuntaskan buku ini. Apakah isinya?

Gambar diambil dari Bukabuku

Wednesday, 10 December 2008

Maryamah Karpov


Akhirnya, buku ke 4 dari tetralogi Laskar Pelangi ini terbit juga.
Ikal akhirnya pulang ke Belitong setelah menamatkan pendidikannya di Sorbonne sana. Kembali ke Belitong, Ikal justru melanjutkan misi pencarian cintanya. Hasratnya untuk menemukan kembali sang pemiliki kuku indah, A Ling, tumbuh sangat besar setelah ditemukan 2 mayat yang memberi petunjuk pada Ikal.

Misi-misi menakjubkan slash hampir tidak masuk akal pun masih muncul disini. Bukan bermaksud sinis, saya mengakui, apa sih yang tidak mungkin terjadi. Saya hanya mengingat perkataan seorang rekan saya dahulu, bahwa ada beberapa hal yang too good to be true dalam Laskar Pelangi. Dengan mengerahkan formasi lengkap Laskar Pelangi nya, Ikal membangun kapal untuk mengarungi lautan, demi menemukan cintanya. Mahar dan Lintang lagi-lagi memegang peranan kunci dalam misi ini.

A Ling memang akhirnya ditemukan. Tapi apa ini berarti setelah itu Ikal live hapily ever after?
Ah...ending menggantung ini saya curigai jadi trik untuk jadi buku lainnya. Eh, tapi Andrea Hirata kan bukan Multivision, hehehe.

Gambar diambil dari kamera saya hehehe

Friday, 5 December 2008

Ms. B, Jangan Mati


Ms. B masih berkutat dengan kepusingan dengan urusan cinta-cintaannya, tau-tau pingsan. Lalu koma. Komanya ini bikin pusing keluarganya. Ternyata si B ini punya kelainan jantung.

Tapi, dari kepingsanan nya ini lah si B ketemu dengan (satu lagi) pria mempesona. Pria ini menyembuhkan B dengan mmm... apa ya? tenaga dalam? doa? ya sebangsa itulah. As if 2 Mas Sugi dan Matt belum cukup bikin dia bingung aja.

Tapi pria baru ini gak agresif seperti 2 pria lainnya itu. Ini pria alim.

Honestly, having through 4 books in Ms. B series, saya masih merasa belum ada yang spesial dalam seri ini. Songong sekali kedengarannya. Karena saya tau membuat buku itu tidak mudah. Tapi saya sang pembaca, punya hak untuk beropini bukan?!

Gambar masih mencuri dari BukaBuku

Thursday, 4 December 2008

Rectoverso


Baiklah
mungkin saya ini gak ngerti sastra
gak ngerti tulisan bagus
karena saya merasa, fiksi nya rectoverso, biasa aja

Membaca review berbunga-bunga di blog nya dee, membuat saya penasaran dengan isi bukunya. Si pacar penasaran dengan isi lagunya. Kolaborasi antara uang dia dan atm saya *fakta ini sumpah tidak penting* menghadirkan paket Rectoverso Special Edition jumat sebelum libur lebaran minggu lalu di tangan saya.

Cerita tentang pria naksir wanita, tapi wanita nya naksir orang lain, kan sudah biasa, meski dilapisi dengan keterbelakangan mental, 'orang lain' yang ternyata adiknya si 'pria', dan bujukan ibunda yang bilang bahwa si 'pria' lebih baik daripada si 'orang lain', juga udah biasa kan?

Atau cerita tentang persahabatan pria-wanita, dimana sang wanita curhat tentang pria lain yang tidak kunjung memberikan 'cinta' seperti yang diharapkannya, padahal si pria sahabatnya ini cinta mati pada sang wanita, itu juga biasa kan?

Tapi lagunya.... nah kalo lagu dan musiknya, saya suka banget.
Mungkin karena sudah lama gak denger dee menyanyi.
Mungkin saya takjub dengan style orchestra yang dipakai.
Mungkin juga saya emang demen ama suara yang bening-bening seperti yang ada di CD rectoverso ini.
Kalo ketemu lagu yang pas dengan suasana hati, dijamin orang-orang yang sealiran dengan saya (lha... emang ada ya?!), bisa berderai derai air mata deh.

Baiklah, akan saya baca sekali lagi bukunya. Supaya saya bisa ikutan terbuai seperti Larasati :D