Thursday, 21 August 2008

Boy meets Girl (Perang Melawan Bos Tiran)


Untuk saya, chicklit ini menarik karena format penulisannya yang beda. Sepanjang buku, kita tidak akan menemukan rangkaian kalimat seperti novel biasa. Ceritanya dibangun melalui rangkaian email berbalas, chatting, memo, dan jurnal insidental si tokohnya. Oya dan juga melalui pesan telepon.

Ceritanya sendiri tentang Kate, sang pegawai bagian HR yang dijadikan "kambing hitam" oleh sang bos yang sa'enak udel'e dewe memecat orang. Namun dalam prosesnya, Kate ketemu dengan Mitch Hertzhog, sang pengacara perusahaan. Awalnya, buat Kate, pria pengacara itu enggak banget deh. Sampai dia tau bahwa ada pengacara yang ganteng, kaya raya dari warisan (tapi malah ninggalin hartanya), dahulu berprofesi sebagai pembela umum, dan punya dada bidang yang dihasilkan dari permainan basket diatas kursi roda (demi bermain dengan pengguna kursi roda lainnya), jadi meleleh lah dia.

Pertanyaan terbesar saya, kenapa judul aslinya Boy meets Girl ya?
Somehow saya gak menemukan relasi antara isi dengan judulnya. Kalo ke judul Indonesianya sih masih bisa dicari-cari hubungannya.

Gambar diambil semena-mena dari sini.

0 comments: