Wednesday, 26 March 2008

Pudarnya Pesona Cleopatra


Setelah karya fenomenalnya Ayat-ayat Cinta, saya memang tergerak membaca tulisan Kang Habib lainnya. Ketika Cinta Bertasbih 1&2 sudah selesai dilahap. Pudarnya Pesona Cleopatra menjadi sasaran berikutnya.

Ternyata buku ini berisi 2 novel mini. Pudarnya Pesona Cleopatra menjadi novel yang pertama menceritakan upaya tak kenal lelah Raihana menghapus angan-angan Cleopatra yang memenuhi khayal sang suami. Raihana yang cantik, shalehah, sabar dan tidak menuntut ternyata tidak berhasil merebut cinta dari suaminya. Sang suami ternyata mendamba sosok Cleopatra sang wanita mesir dalam angan-angan istri idealnya. Cukup aneh, karena sang suami tidak pernah ke Mesir. Ceritanya berakhir menyedihkan (ups...maaf spoiler). Novel mini kedua, Setetes Embun Cinta Niyala berkisah tentang bimbang hati Niyala antara memenuhi cita-cita pribadi atau meringankan beban ayahanda tercinta. Problem yang disetting adalah problem klasik. Dijodohkan oleh orang tua dengan latar belakang balas budi. Kisah Niyala berakhir dengan manis. Sedikit agak mudah ditebak sih di pertengahan.

Saya yang terbiasa membaca novel tidak mini tentu berkerut keningnya. Life is too simple kalo dilihat dari novel ini.

*upload gambar menyusul*

----
Update
Gambar diambil semena-mena dan tanpa izin dari Dunia buku

0 comments: