Tuesday, 30 October 2007

Ayat - Ayat Cinta

Terdorong oleh promosi teman-teman yang bilang bahwa buku ini akan membuat saya jatuh cinta, pengen punya suami seperti sang tokoh utama, dan pengen segera menikah. Masa sih..pikir saya.

Ceritanya berjalan dengan Fahri sebagai tokoh sentralnya. Fahri adalah mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil S2 di Universitas Al-Azhar Mesir. Ia rajin beribadah, giat menerjemahkan buku untuk sumber penghidupannya. Ibunya yang hanya petani membuat Fahri harus membanting tulang untuk membiayai kuliah dan hidupnya di Mesir. Fahri menjadi tokoh yang dihormati mahasiswa lainnya karena kepintaran dan kebijaksanaanya. Dan tentu saja wanita-wanita disekitarnya terpikat dengan kombinasi sifat pekerja keras, lembut hati, dan soleh nya. Terhitung Maria sang tetangga yang Katolik namun hafal surat Maryam, Nurul sang mahasiswi Indonesia, dan Naura tetangga lainnya yang kerap disiksa ayahnya.

Perjalanan waktu mempertemukan Fahri dengan Aisha dalam pernikahan. Membaca perlakuan Fahri pada sang istri tentu mebuat wanita-wanita di seantero jagad *hiperbolis bener* jatuh cinta padanya dan berharap sepenuh hati mendapat suami seperti si Fahri ini.

Kalau anda kira pernikahan Fahari-Aisha adalah ending dan klimaks cerita ini, anda salah. Masih ada beberapa event lain yang akan menguras emosi pembaca.

Jujur saja, ketika pertama kali membaca buku ini, saya merasa biasa-biasa aja. Fahri too good to be true, pikir saya. Dan saya yang begajulan ini, masih cukup tau diri untuk tidak berharap mendapat suami seperti Fahri. Tapi ketika saya baca kembali untuk kedua kalinya (nyaris 2 tahun setelah itu) dengan suasana hati yang berbeda, ternyata memberikan efek yang berbeda pula pada saya. Saya merasakan keindahan yang dibangun sang penulis dalam ceritanya ini.

Kalau Fahri dikatakan too good to be true, Kang Habib, sang penulis, malah menyatakan bahwa ia justru merasa masih kurang memberikan keindahan karakter pada si Fahri. Pembaca sudah terlalu sering membaca kisah dengan tokoh yang tidak "indah" sehingga merasa Fahri tidak mungkin ada. Hm...bener juga, pikir saya.

Anyway, buku ini ternyata membuat saya melangkah lagi ke toko buku untuk mencari karya Kang Habib lainnya.

Gambar dicolong dari suatu situs yang saya lupa url nya. Maaf. Nanti saya update kalo catatannya sudah ketemu ya.

Thursday, 4 October 2007

Diary of a Mad Bride



Buku Harian sang Calon Pengantin adalah judul versi Indonesianya. Tapi sepertinya judul aslinya lebih catchy ya...

Sesuai dengan judulnya, chicklit ini berkisah tentang hari-hari Amy Thomas sejak ia dilamar Stephen, sang pacar, hingga menuju hari pernikahannya. Diceritakan dengan format buku harian. Jurnal berurut diawali dengan hari ia dilamar sampai ke hari pernikahannya.

Amy yang awalnya mengira dirinya "bukan tipe menikah", dilamar oleh sang pacar. Di tengah antrian bioskop. Amy yang hanya memikirkan betapa ia mencintai Stephen dan menikmati sekali waktu-waktu yang telah mereka habiskan berdua, tentu saja menjawab YA. Dan dimulailah semua kehebohan pra pernikahan itu.

Dengan buku Beautiful Bride sebagai ensiklopedinya, Amy mulai mempersiapkan pesta pernikahannya. Nyaris tanpa bantuan Stephen, sang tunangan, yang sedang sangat sibuk membuat software untuk kelangsungan hidup perusahaan tempatnya bekerja.

Di beberapa faktor mungkin ritual yang dijalani Amy tidak sama dengan yang harus dijalani pengantin di Indonesia, tapi saya cukup merasa terhibur dengan kepanikan Amy, intrik orang tua kedua pihak, dan karakter orang-orang disekitar Amy yang membuat saya tidak bisa menahan tawa. Contohnya, kedua sahabat amy, Mandy dan Anita yang bertolak belakang karakternya. Mandy yang baru saja menikah tentu saja menyediakan berbagai tips yang ia pelajari selama mempersiapkan pernikahannya sendiri. Sementara Anita, sang tipe "tidak menikah" ternyata dengan caranya sendiri mampu memberi dukungan signifikan pada persiapan pernikahan sahabatnya.

Saya sangat setuju dengan closing statement si Amy. "Yang lucu adalah meskipun kami menghabiskan begitu banyak energi dan kepentingan bagi hari pernikahan kami, hari itu bukanlah hari terbesar dalam hidup kami. hari terbesar dalam hidupmu adalah hari setelahnya. Karena bukan sumpah setia untuk mencintai seseorang yang penting, tapi tindakan untuk memenuhi sumpah setia itulah yang paling penting".

I couldn't agree more!

Saya punya versi terjemahannya. Tersedia di Gramedia dengan harga Rp 35.000,- Berhubung terjemahan, ya maklum saja kalau struktur kalimatnya jadi panjang-panjang. Saya pribadi akan lebih senang membaca versi aslinya, tapi beli chiklit impor masih jadi privildge yang belum jadi milik saya :)

Gambar dicolong semena-mena dari bearbookstore

Monday, 1 October 2007

Membuat Usaha Sukses dari Rumah


Buku ini aslinya adalah kumpulan artikel dari Kompas. Saya yang bercita-cita punya usaha sendiri dari rumah one day, namun kurang suka digurui, lebih memilih membaca kisah-kisah orang yang sudah berhasil untuk lalu memilih sendiri pelajaran apa yang bisa diambil.

Pelaku utama usaha-usaha yang dipaparkan disini memang wanita. Mereka berangkat dari berbagai latar belakang. Ada wanita karier yang ingin punya waktu lebih banyak untuk keluarga, ada single parent yang berjuang mempertahankan hidup keluarganya, ada juga yang berangkat dai hobi pribadi.

Favorit saya adalah kisah Lana Marcella Wuwungan yang menjadi penata taman. Kesungguhan hati yang ia berikan ketika mendapat tugas mendekor gereja membuat ia lalu banyak mendapat permintaan sebagai penata taman. Ibu Lana ini benar-benar menuangkan hatinya saat menata taman. Ia menyesuaikan tamannya dengan anggaran yang disediakan pemilik taman. Ia juga memili mundur jika pasangan suami-istri calon pelanggannya berdiskusi dengan ketegangan karena ia meyakini dirinya tidak akan tenang mengerjakan pesanan mereka, yang kemudian membuat hasil kerjanya tidak memuaskan. Dan jika tamannya sudah jadi, ia tidak segan untuk mengunjungi dan memantau hasil kerjanya. Tanpa biaya tambahan. Proses penataan tamannya selalu diawali dengan doa, "agar Tujan memberi ide-ide baik", ujarnya.

Ah...saya selalu suka melihat orang yang melakukan apa yang ia senangi :)

Untuk pengetahuan teknis atau trik-trik bisnis mutakhir, mungkin buku ini tidak memuat. Namun saya bisa belajar bahwa keadaan apapun bisa menjadi awal suatu usaha dari rumah (home business). Dan satu hal yang pasti, jika kita mengerjakannya dengan hati, maka kesuksesan usaha hanya akan menjadi bonus manis, karena setiap kegiatan yang kita lakukan sudah memberikan kepuasan hati.

Buku ini saya beli di salah satu bazar di Istora. Harganya? Kalo tidak salah ya, Rp 35.000,-

Saya tidak menemukan gambar cover buku ini dengan googling. Nanti saya coba foto sendiri saja buku saya dirumah. Lalu saya upload kesini.

--Update 031007--
Gambar merupakan hasil foto koleksi pribadi.