Tuesday, 27 November 2007

Shopaholic Goes Abroad

Si Gila Belanja Merambah Manhattan.

Di buku sebelumnya, Becky akhirnya jadian dengan Luke Brandon, sang pengusaha muda tampan pemilik perusahaan PR sukses di London. Hubungan Becky dan Luke yang berjalan lancar membawa kejutan untuk Becky ketika ia mendengar rencana Luke untuk pindah ke New York. Luke berencana membuka kantor baru di New York. Becky yang sempat ragu karena memikirkan acara TV-nya yang baru saja dimulai -dan mendapat respon positif- akhirnya mengiyakan ajakan Luke untuk pindah ke New York.

Di New York, Becky bagai berada di surga. Merek-merek terkenal yang sudah dikenalinya di London, dapat ditemui dengan mudahnya di New York, di display toko yang yang lebih memanjakan mata Becky, si Gila Belanja.

Seperti diduga, Becky belanja hingga lupa diri. Manajer bank nya di London menegurnya karena Becky tidak segera melunasi hutangnya, Luke bgitu sibuk bekerja hingga nyaris tidak punya waktu untuk Becky, dan untuk membuat keadaan semakin buruk, ternyata ada seorang wartawan yang memuat berita tentang Becky.

Dunia Becky runtuh. Luke marah, pekerjaan baru di New York lepas begitu saja, hubungannya dengan Luke memburuk. Tapi bukan Becky Bloomwood namanya kalau ia tidak bisa menemukan jalan untuk membereskan masalah keuangannya. Dibantu Suze, sahabat baik sekaligus teman seapartemannya di London, Becky berusaha keluar dari masalah uang yang menderanya (lagi). Bagaimana caranya? Silahkan baca bukunya.

Seri ke 2 Shopaholic yang saya punya ini dalam bahasa Indonesia. Terasa berbeda memang dengan membaca versi aslinya. Tapi overall, masih cukup menghibur. Karakter Becky ini benar-benar jenaka. Menghibur.

Gambar nyolong dari Kutubuku (Maap males nyari yang lebih gede gambarnya)

0 comments: