
Setelah awalnya agak malas-malan melanjutkan bacaan tetralogi ini pasca terpingkal-pingkal sekaligus haru membaca Laskar Pelangi, takdir (tsah!!) membawa sang pemimpi ini ke tangan saya.
All in all, lucunya lebih lucu dari Laskar Pelangi. Haru nya jauuuh lebih seru dari Laskar Pelangi. Tokoh sentral dalam episode sang Pemimpi masih si Ikal (yang merupakan representasi Andrea Hirata, sang penulis). Kali ini Ikal didampingi oleh Arai, sang sepupu jauh yang kemudian menjadi saudara angkatnya, dan Jimbron.
Menarik sekali kakater 2 pendamping Ikal ini. Arai yang yatim piatu digambarkan dapat menyembunyikan kepiluan hatinya saat ayah Ikal menjemput dan mengajaknya tinggal bersama keluarga Ikal. Arai ini cerdik (atau licik, tergantung bagaimana anda memandangnya), berkharisma, determinasinya tinggi, yang mampu membuat Ikal mengikuti idenya bahkan dengan informasi yang minim. Sementara Jimbron, juga yatim piatu, yang akhirnya dibesarkan seorang pendeta yang tak pernah alpa mengantarnya ke masjid untuk belajarmengaji. Jimbron memiliki kecintaan berlebihan pada kuda. Tak lepas-lepasnya ia membicarakan kuda.
Banyak tawa di buku ini. Carilah cerita trio ini ketika mereka memandang poster film terbaru yang akan dimainkan di bisokop kampung. Bagaimana gambar sang wanita dalam poster seakan memanggil-manggil mereka untuk datang dan menonton film nya. Ada juga perkelahian Arai-Ikal di toko A Siong yang ditimpali dengan kicau Mei Mei, anak A Siong, "Saudala-saudala, datanglah belamai lamai!! Inilah peltandingan antala pendekal keliting melawan...." Mei Mei terdiam menatap Arai. Kami juga terdiam, serentak menoleh padanya, putri kecil itu mengamati Arai lalu ia berteriak ngeri, "Dlakulaaaaaaa...".
Saya ngakak guling-guling *hiperbola*
Banyak juga haru disini. Simak cerita Ikal tentang rangkaian persiapan yang dilakukan ayahnya 2 hari menjelang saat pengambilan raport anaknya. Atau Jimbron yang memesan 2 celengan kuda pada mualim kapal yang bertolak ke Jakarta. Ia mengisi kedua celengan itu dengan sama rata. Dan di kemudian hari memberikannya pada Arai dan Ikal menjelang keberangkatan duo ini ke tanah Jawa. "Ambillah, biarlah hidupku berarti. Jika dapat kuberikan lebih dari celengan itu, akan keuberikan pada kalian. Merantaulah. Jika kalian sampai ke Perancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika, itu artinya aku juga sampai kesana, pergi bersama dengan kalian".
Benar-benar persahabatan yang indah.
Dengan indonesian book fair, buku ini saya dapat gratis. Errr si pacar sih yang bayarin, hehehe. Dapat diskon 20%, jadi bayarnya Rp 32.000,-
Gambar dari Klub Sastra Bentang
Situs penulis ada disini

1 comments:
have great week-end
Post a Comment